Praktek Bisnis Bandar yang sering Merugikan Petani

Praktek Bisnis Bandar yang sering Merugikan Petani – Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki tanah yang subur sehingga sangat cocok jika Indonesia bergerak dibidang pertanian. Bukti bahwa Indonesia subur bisa terlihat dari yang kita lihat disekeliling kita, apapun yang ditanam bisa tumbuh.

Namun sebenarnya kesuburan tersebut tidak membuat petani menjadi sejahtera tapi malah banyak petani yang hidupnya jauh dari kata cukup. Banyak petani yang tidak mendapatkan penghidupan yang layak.

Ketika saya berada dikota saya hanya bisa menebak apa yang terjadi didesa, tapi karena penasaran saya akhirnya terjun langsung kedesa dan melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi.

Saya melihat langsung dengan masuk kekampung dan bertanya dengan warga setempat. Melalui program KKN atau Kuliah Kerja Nyata dan ikut pulang kekampung teman saya banyak mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi di kampung pertanian.

Intinya permasalahan yang terjadi dikalangan para petani di seluruh Indonesia adalah pendistribusian yang sulit. Sebenarnya bukan sulit tapi banyak pertani yang tidak tahu menahu alur distribusi. Mereka tidak tahu hasil pertaniannya harus dijual kemana.

Ketidaktahuan inilah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Oknum ini sering disebut sebagai pengepul, bandar, tukang ijon, atau tengkulak.

Mereka inilah pihak yang berhubungan langsung dengan para petani. Si bandar membeli hasil pertanian warga yang nantinya dijual ke kota dengan harga yang lebih mahal.

Baca juga:  Mengapa keuntungan dari Paytren kecil?

Sebenarnya bandar ini bisa membantu para petani dalam mendistribusikan hasil pertaniannya. Senergi keduanya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para petani dan bandar itu sendiri. Tapi hal ini tidak akan terjadi jika sibandar masih membeli hal panen dengan harga yang murah dan jauh dari harga pasar.

Kebanyakan bandar membeli hasil pertanian dengan harga yang murah sehingga penghasilan yang didapatkan petani tetap kecil dan sedikit, bahkan terkadang malah merugi. Misalnya meskipun harga cabe dipasar sedang mahal namun tetap saja kehidupan para petani cabe begitu-begitu saja tidak ada perubahan.

Begitu juga dengan petani jagung, padi dan lain-lainya. Sehingga jarang dan langka sekali profesi petani membuat seseorang menjadi kaya raya.

Karena menjadi petani tidak bisa membuat seseorang menjadi kaya raya orang-orang berbondong beralih profesi dari petani menjadi bekerja ke kota di perusahaan. Profesi petani tidak lagi dianggap sebagai profesi yang menjanjikan yang menyejahterakan petani.

Sedih memang namun beginilah fenomena yang terjadi di Indonesia. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan, wawasan dan informasi tentang pendistribusian produk pertanian yang dimiliki petani.

*)

Artikel yang Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *