Penipuan Pembelian Alat Survey Alat Ukur di Semarang dengan Hipnotis

Penipuan Pembelian Alat Survey Alat Ukur di Semarang dengan Hipnotis – Untuk penjualan alat survey di Indonesia saat ini sedang marak terjadi kasus pencurian dan penipuan alat survey. Kasus ini tentunya dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang sedang lemah. Ditambah lagi para pekerja survey lepas mengandalkan proyek pembangunan sebagai sumber pemasukan dan pendapatan.

Ketika pekerjaan survey kosong atau tidak ada, namun kebutuhan hidup harus selalu ada tiap harinya. Sehingga muncullah pelaku kriminal penggelapan, pencurian dan penipuan alat survey. Dugaan Sementara ini pelaku adalah surveyor yang sedang pengangguran. Kalau orang biasa tidak akan tau kalau alat tersebut mahal, hanya orang tertentu saja yang tau.

Dalam banyak kasus alat yang dicuri adalah alat survey total station karena alat ini harganya cukup mahal. Paling murah saja harganya sekitar 40 jutaan sedangkan yang paling mahal bisa lebih dari 200 juta. Jika dijual saja setengah dari harga normal ada banyak keuntungan yang didapatkan.

Beberapa waktu yang lalu kasus penipuan alat survey terjadi di Semarang dengan cara hipnotis. Pelaku berpura-pura sebagai pembeli kemudian meminta penjual untuk datang kerumahnya. Diduga rumah tersebut adalah rumah fiktif atau bukan rumah pelaku yang sebenarnya.

Singkat cerita si penjual pun mendatangi pelaku untuk melakukan transaksi jual beli alat survey total station. Namun entah bagaimana si pembeli tidak sadar jika dia sedang dihipnotis, tiba-tiba saja sang penjual sudah tiba dikantor. Tidak ingat lagi bagaimana prosesnya. Si penjual pun linglung, bingung, dan tidak sadar bagaimana semua itu bisa terjadi.

Baca juga:  Hey Anak Pejabat, Kamu Jangan Sesumbar, Kamu Bukan Siapa-siapa

Karena keadaan sudah normal si penjual yang menjadi korban pun mendatangi tempat kejadian atau rumah tempat COD yang tidak lain rumah si pelaku yang berpura-pura sebagai pembeli. Sayang seribu sayang rumah yang didatangi sudah tidak ada siapa-siapa lagi. Alat seharga 50 juta pun hilang dalam sekejap.

Untuk itu bagi penjual dan pembeli alat survey dimanapun berada, kita harus tetap berhati-hati karena modus seperti ini marak terjadi. Singkat kata ini disebabkan oleh sulitnya mencari lapangan kerja dibidang survey. Menyebabkan oknum tertentu melakukan tindakan kriminal yang melanggar hukum dan norma yang berlaku.

Pelaku pun bukan orang biasa, mereka adalah orang yang memahami ilmu hipnotis. Sangat berisiko jika melakukan transaksi COD seorang diri. Ada baiknya membawa teman atau meminta pembeli untuk datang ke kantor atau ke toko.

Untuk kasus ini sebenarnya saya bingung memberikan judul apa, apakah ini kasus penipuan, penggelapan, atau masuk dalam kasus alat survey. Yang jelas ini adalah transaksi ilegal dibidang alat survey.

Staff Editorial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas