Apakah kalau pakai plugin W3 Total Cache di WordPress perlu pakai Cloudflare lagi?

Apakah kalau pakai plugin W3 Total Cache di WordPress perlu pakai Cloudflare lagi? – Sebagian besar webmaster website pasti mengenal Cloudflare. Cloudflare adalah layanan CDN (Content Delivery Network) gratis yang diberikan secara cuma-cuma kepada penggunanya. Meskipun cuma-cuma Cloudflare bisa jadi alternatif jika kamu belum mampu menggunakan layanan CDN berbayar seperti MaxCDN.

Cloudflare ini amat dibutuhkan untuk website yang menggunakan self hosting atau hosting sendiri yang berbayar. Pemakaian Cloudflare ini bertujuan untuk menghemat bandwith, mempercepat loading website dengan hosting sendiri, menjaga website dari serangan DDoS, dan banyak lagi manfaat pakai Cloudflare.

Ada lagi salah satu plugin dari WordPress yang fungsinya hampir-hampir mirip dengan Cloudflare yaitu plugin W3 Total Cache.

Mungkin ada pertanyaan dari kawan-kawan yang menggunakan WordPress, apakah kalau pakai plugin W3 Total Cache di WordPress perlu pakai Cloudflare lagi?

Berdasarkan pengetahuan saya, jika sudah menggunakan plugin W3 Total Cache di WordPress kita tidak perlu menggunakan Cloudflare lagi. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya fungsi dari Cloudflare dan W3 Total Cache hampir sama. Kalaupun ada perbedaannya hanya sedikit saya.

W3 Total Cache menjaga agar website kamu agar online terus meskipun sebenarnya sedang offline dan Cloudflare fungsinya juga begitu. Mirip kan?

W3 Total Cache memiliki fitur minify kalau ga salah fitur ini untuk mengkrompres kode javascript, css dan apapun itu yang kamu gunakan pada website kamu. Biar website kamu loadingnya cepat. Nah di Cloudflare fitur seperti juga ada dan tujuannya juga sama dengan W3 Total Cache.

Baca juga:  Apakah CDN Cloudflare bisa digunakan secara gratis?

W3 Total Cache bertujuan agar loading website jadi lebih cepat. Sama dengan Cloudflare bertujuan agar loading website jadi lebih cepat. Ditambah lagi dengan fitur railgun pada Cloudflare, bisa website makin tambah cepat loadingnya. Sama saja kan?

Dikarena karena kesamaan fungsi ada baiknya dipilih salah satunya, misalnya jika kamu pakai Cloudflare tidak perlu pakai plugin WordPress W3 Total Cache. Begitu juga sebaliknya kalau sudah pakai W3 Total Cache tidak perlu lagi pakai Cloudflare.

Tapi terserah sih, mau tidak dipakai dua-duanya silahkan. Mau dipakai dua-duanya juga silahkan. Monggo.. Paling-paling kalau pakai dua-duanya jadi bentrok khususnya fitur minify.

Tapi perlu diketahui bahwa jika kamu menggunakan plugin WordPress W3 Total Cache maka nantinya file cache website kamu akan tersimpan di disk hosting website kamu. Jangan heran kalau disk hosting tiba-tiba penuh 😀

Staff Editorial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas