7 Penyebab press release sering ditolak atau tidak diposting

7 Penyebab press release sering ditolak atau tidak diposting – Jika tim public relation pandai mengemas press release, ini akan menjadi senjata yang ampuh untuk kegiatan promosi bagi perusahaan, startup, UKM dan tokoh publik tertentu. Banyak perusahaan besar, startup dan tokoh publik yang memanfaatkan press release untuk kegiatan publikasi.

Perusahaan, startup atau tokoh publik yang melakukan press release menunjukkan keterbukaannya kepada media. Press release juga menjadi sarana promosi dengan cara yang lebih halus dan santun.

Press release berbeda dengan advertorial. Press release lebih bersifat publikasi, penyampaian berita, dan informasinya bermanfaat bagi pembaca. Press release bisa diterbitkan secara gratis.

7 Penyebab press release sering ditolak atau tidak diposting

Advertorial biasanya berupa artikel berita atau artikel biasa pesanan yang ditandai dengan istilah ‘advertorial’, ‘sponsored’, ‘sponsored content’, ‘konten sponsor’, dan lain sebagainya. Advertorial bisa diterbitkan jika sudah dibayar.

Berikut ini saya akan berbagi, 7 penyebab press release sering ditolak, tidak dipublikasi atau dicampakkan.

1. Artikel press release yang terlalu singkat

Press release yang terlalu singkat akan menyebabkan konten minim informasi. Press release yang singkat sering diabaikan oleh media. Tidak ada standar yang pasti berapa panjang artikel press release. Namun ukuran standar artikel yang diposting diinternet adalah 600 kata.

Baca juga:  Pandangan dan Citra Negatif Mengenai Bisnis MLM Multi Level Marketing

2. Artikel press release terlalu panjang

Press release yang terlalu panjang akan menyebabkan press release kehilangan arah dan tidak fokus. Oleh karena itu usahakan press release langsung menyampaikan informasi inti dan tidak bertele-tele.

3. Meninggalkan unsur penting 5W+1H

Banyak press release melupakan 5W+1H. Jika press release tidak mencantumkan 5W+1H besar kemungkinan press release tidak diterbitkan. 5W+1H adalah unsur yang wajib dipenuhi dalam menulis artikel berita dan press release.

4. Artikel press release lebih mirip dengan advertorial

Ada banyak oknum yang mengaku artikelnya press release, tapi pada kenyataannya artikel yang dikirim lebih mirip dengan advertorial. Ada baiknya public relation atau human memahami perbedaan antara press release dan advertorial.

5. Menyerahkan pembuatan artikel press release ke pihak media

Jika menyerahkan pembuatan artikel press release ke pihak media, jangan harap press releasenya bisa terbit. Ada banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan, ketimbang membuat artikel press release yang tidak dibayar. Mungkin ada yang terbit, tapi press releasenya tak sesuai dengan yang diharapkan.

Dulu pernah saya menemukan perusahaan startup yang minta pembuatan artikel press release. Mereka hanya menyerahkan bahan-bahan penulisan, tapi tidak mau membuatkan press release sendiri. Wajar saja jika perusahaan startup tersebut tidak populer di Indonesia.

6. Press release sudah pernah diterbitkan di media lain

Baca juga:  Pasang atau aktifkan Adblock untuk menghindari terjadinya klik sendiri iklan Google Adsense

Ada beberapa perusahaan atau startup yang meminta menerbitkan artikel press release di banyak media online. Jika press release yang diterbitkan berlainan tidak apa-apa, tapi kebanyakan press releasenya sama dan tidak ada bedanya.

Kalau press releasenya sama dengan yang pernah diterbitkan dimedia lain, besar kemungkinan untuk ditolak atau tidak diterbitkan. Perusahaan media punya cara tersendiri untuk mengetahui press release sudah pernah diterbitkan atau belum.

7. Penulisan press release kurang sesuai dengan kaidah penulisan

Sebentarnya wajar jika ada sedikit kesalahan pada penulisan press release. Jika kesalahannya sedikit, editor atau redaksi bisa memperbaiki seperlunya. Tapi kalau penulisannya memiliki banyak kesalahan, bahasanya masih belum teratur, besar kemungkinan press release tidak diterbitkan.

Kesimpulan

Itulah beberapa penyebab artikel press release sering ditolak atau tidak diterbitkan oleh media tertentu. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang berencana atau ingin menyebarkan press release.

(*)

Artikel yang Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *